This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label komputer/hardwaretest. Show all posts
Showing posts with label komputer/hardwaretest. Show all posts

Overclock Aman dengan Multiplier


Jakarta - Sebelumnya pernah dibahas tentang bagaimana bentuk hubungan antara FSB dengan memory. Setelah mengetahui hubungan keduanya, barulah kita bisa melakukan overclocking pada prosesor.

Dengan mudahnya detikINET 'menarik' Intel core i7 965 dari kecepatan standar 3,2GHz menjadi 4GHz hanya dengan menaikkan kecepatan FSB, itu pun karena dibatasi oleh pendingin prosesor yang masih standar.

Memang sejatinya Intel Core i7 965 sudah memiliki kecepatan yang sangat memadai untuk menjalankan aplikasi terberat sekalipun. Kecepatan yang tinggi tersebut tentunya tidak luput juga dari jumlah Multiplier yang dimilikinya. Apa itu Multiplier?

Muliplier adalah suatu rasio antara clock internal prosesor dengan clock eksternalnya, rasio itupun dapat diubah untuk menentukan kecepatan prosesor. Misalnya, Intel Core i7 965 memiliki Multiplier 24 dengan FSB 133MHz. Ini berarti prosesor tersebut memiliki kecepatan default 24 X 133MHz = 3192 MHz atau sama dengan 3,2 Ghz.

Namun perlu diketahui tidak semua prosesor memiliki Multiplier yang dapat dinaikkan (unlock Multiplier), malah sebagian besar prosesor yang beredar kini hanya dapat diturunkan Multipliernya (Multiplier Lock).

Menaikkan jumlah Multiplier adalah suatu overclocking yang sangat aman untuk dilakukan, karena perubahannya tidak akan berdampak pada melonjaknya kecepatan FSB ataupun memory.

Dengan kombinasi yang tepat antara kecepatan FSB, memory dan jumlah Multiplier, maka para overclocker akan mendapatkan kecepatan prosesor yang optimal.

Lalu apa hanya cukup sampai di situ? tentu tidak.

Jika kombinasi tersebut masih dirasakan kurang, para pengguna masih dapat menaikkan jumlah Voltase. Ada dua jenis Voltase dalam komputer, vCore, adalah sebutan Voltase untuk prosesor dan vDIMM sebutan Voltase untuk memory. Namun, menaikkan jumlah Voltase memiliki risiko yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan menaikkan Multiplier atau pun FSB.

Menaikkan Voltase semata-mata hanya perlu dilakukan jika sistim tidak berjalan dengan baik akibat overclocking yang berlebih.

Kesimpulannya, untuk melakukan overclocking bukanlah perkara sulit, tetapi tetap saja mengandung risiko yang dapat menyebabkan kerusakan pada hardware.

Apalagi, para vendor komputer tidak memberikan garansi untuk kerusakan akibat overclock, benar-benar sebuah mimpi buruk jika itu sampai terjadi.

Hal itu tentunya bisa dicegah jika pengguna tidak melakukan overclock berlebihan, yang artinya komputer tetap stabil, temperatur tidak berlebihan atau kenaikan kecepatan yang tidak terpaut jauh dari kondisi semula. ( eno / faw )

sumber : http://www.detikinet.com/read/2009/08/21/113613/1187076/510/overclock-aman-dengan-multiplier

Asus P7P55D, Penuh dengan Fitur Hybrid



Jakarta - Prosesor anyar besutan Intel yakni Core i5 dan Core i7 Lynnfiled tampaknya disambut hangat oleh para pengembang motherboard. Salah satunya, Asus yang telah memperkenalkan motherboard berbasis chipset P55 di Indonesia.

Seri P7P55 dirancang berdasarkan konsep Xtreme Design, yakni sebuah konsep yang bertujuan untuk mengoptimalkan keseluruhan kinerja sistem dan kehandalan perangkat keras.

Xtreme Design memiliki fitur yang tergolong cukup lengkap, sebut saya Hybrid Technology, Hybrid Processor, Hybrid Phase dan Hybrid OS yang diklaim dapat meningkatkan performa sistem.

ASUS P7P55D tersedia dalam berbagai pilihan, di antaranya P7P55D Premium dan P7P55D Deluxe dengan spesifikasi:
CPU/Socket: Intel Core i5/ Core i7 LGA 1156
Chipset: Intel P55 Express Chipset
Dukungan Memory: DDR3 2133 (OC)/1600/133/1066 MHz
Power Phase: 48 Hybrid untuk P7P55D Premium dan 24 Hybrid untuk P7P55D Deluxe
PCI eX 16: 2 Slot untuk P7P55D Premium dan 3 slot untuk P7P55D Deluxe
Multi GPU: Crossfire / SLI

Jika dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan, tampaknya produk ini dapat menggenjot kembali kemampuan prosesor yang digunakan. Sebut saja Phase power yang digunakan atau dukungan clock memory yang cukup tinggi, semua itu memungkinkan overclock pada prosesor dengan mudah. ( eno / wsh )

BLACKBERRY STORM

[4/2/2009]

RESEARCH IN MOTION atau RIM, akhirnya merilis ponsel pintar yang telah banyak dibicarakan, BlackBerry Storm.

BlackBerry Storm merupakan ponsel touch-screen pertama dari RIM, lebih dari itu, BlackBerry Storm menawarkan sebuah ?tur touchscreen �clickable�, yang membuat pengguna dapat merasakan tombol ditekan layaknya ponsel yang menggunakan tombol.

BlackBerry Storm dilengkapi dengan layar TFT 3.25 inci dengan resolusi 480x360 pixel, keyboard on-screen QWERTY pada modus landscape dan Sure Type QWERTY pada modus portrait.

Untuk mendukung Anda yang gemar berpergian, BlackBerry Storm dilengkapi dengan built-in GPS, full HTML browser, push e-mail, dan Data Viz Documents to Go.

Kamera digital pada BlackBerry Storm memliki resolusi besar, 3,2 megapixels dengan sistem otomatis fokus, variable zoom, geotagging, dan ?ash.

BlackBerry Storm mempunyai dimensi mirip dengan ponsel fenomenal besutan Apple, iPhone, yakni 4,43x2,45x0,55 inci, beratnya mencapai 155 gram dan kemampuan baterainya dapat mendukung percakapan selama 5,5 jam dan waktu stand-by 15 hari.

Selain dengan Apple iPhone, Blackberry Storm nantinya akan berhadapan langsung dengan HTC Dream yang mengusung operating system Android milik Google.

Sapphire 4830 vs PixelView 9800GT

Intro

Harga VGA dari tahun ke tahun selalu turun, tetapi pengembang game terus saja memberikan beban berat dari aplikasi game. Mau tidak mau, kedua sisi berbeda ini selalu saling kejar. VGA terus mengembangkan teknologi untuk mengejar kemampuan tampilan gambar pada computer. Pengembang game terus saja meningkatkan kualitas gambar dari software game mereka.

Membeli VGA dengan kebutuhan game, mungkin keputusan yang sulit bagi pengemar gamer PC saat ini. Membeli terlalu mahal ditakutkan malah VGA yang dibeli terlalu tinggi, terlalu murah sesuai anggaran bisa bisa bikin kecewa. Memilih VGA memang tidak mudah, apakah ingin membeli sebuah VGA dengan kecepatan dan performa tinggi dengan perkiraan mampu memenuhi kebutuhan untuk game mendatang. .Atau sekedar menutupi kebutuhan game yang ada saat ini, dan memilih VGA terbaik sesuai anggaran

. Hal seperti inilah yang selalu menjadi pertimbangan untuk membeli VGA kelas mainstream, tidak terlalu mahal tetapi dirasakan cukup untuk aplikasi gaming. Saat ini ada 2 VGA cukup baik dengan Radeon HD 4830 dan GeForce 9800GT

Sebenarnya VGA apa yang dibutuhkan untuk para gaming saat ini, mengingat banyak jenis VGA bahkan terkadang memiliki kemampuan sangat tinggi. Kemampuan dari teknologi VGA sebenarnya tidak lepas dari teknologi software gaming dan lebar layar monitor. Kali ini kami memilih 2 jenis VGA dari Sapphire Radeon HD 4830 512MB dan Pixelview GeForce 9800 GT 1GB. Keduanya hanya berada pada kelas $150-$200. Tidak terlalu mahal tetapi tetap memilki performa yang baik saat ini dengan resolusi yang umum dipakai yaitu 1280x1024.

Alasan dipilih kedua VGA ini :

Pertama adalah budget yang murah. Menguprade VGA baru dengan 9800GT dan HD 4830 lebih mudah dibandingkan mengunakan VGA yang lebih tinggi. Kedua VGA tersebut masih cukup memadai bila digunakan pada monitor 17 inch.

Di Indonesia sendiri masih banyak gamer yang mengunakan monitor pada ukuran tersebut. Kecuali anda ingin menguprade monitor diatas ukuran 17 inch, ada baiknya melihat VGA pada kelas diatas yang kami sebutkan tadi. Pemakai single VGA 9800GT dan HD 4830 masih dapat dipenuhi power supply dengan kekuatan 450W saja.

Kedua, kebutuhan game sampai tahun ini masih mampu ditutupi oleh kedua VGA tersebut. Tidak terlalu wah sekali, tetapi beberapa game mampu ditampilkan oleh kedua VGA dengan full detail atau high detail. 9800GT dan HD 4830 mampu menutupi kebutuhan game dengan frame yang memadai pada resolusi 1280x1024. Atau setara untuk pemakaian monitor 17 inch

Bila anda membutuhkan VGA untuk ukuran diatas 17 inch, besar kemungkinan belum mampu dipenuhi oleh 9800GT dan HD 4830. Kami hanya menyarankan pemakaian VGA tipe 9800GT dan HD 4830 untuk 17 inch monitor.


Spesifikasi
I/O Output: Dual DL-DVI-I+HDTV
Core Clock: 575 MHz
Memory Clock: 900MHz, 1800 Mbps.
PCI Express 2.0 x16 bus interface
512MB /256bit GDDR3 memory interface
Dual Slot Active Cooler
HDMI compliant via dongle
7.1 Audio Channel Support
Microsoft� DirectX� 10.1 support
Shader Model 4.1 support

Sapphire HD 4830 memiliki disain berbeda dibandingkan reference board dari ATI. Sapphire HD 4830 mengunakan PCB berwarna biru dan heatsink yang dimodifikasi agar sistem pendingin optimal.

Kemampuan Sapphire HD 4830 mengunakan clock 575Mhz dengan 900Mhz memory. Kemampuannya hampir mirip dengan HD 4850, tetapi dipangkas pada Shader engine dengan jumlah 640 Shader dan clock speed lebih rendah. Sapphire HD4830 hanya menyediakan memory onboard dengan 512MB.

Kita lihat spesifikasi antara beberapa produk ATI yang ada :

GPU

Core Clock

Shader Clock

Proces

Memory Clock

Memory Interface

Memory Transfer Rate

Memory

Radeon HD 4870

750 MHz

750 MHz

800

900 MHz

256-bit

115.2 GB/s

512 MB GDDR5

Radeon HD 4850

625 MHz

625 MHz

800

993 MHz

256-bit

63.5 GB/s

512 MB GDDR3

Radeon HD 4830

575 MHz

575 MHz

640

900 MHz

256-bit

57.6 GB/s

512 MB GDDR3

Radeon HD 3870

776 MHz

776 MHz

320

1,125 MHz

256-bit

72 GB/s

512 MB GDDR4

Radeon HD 4830 adalah produk paling rendah untuk kelas ATI seri 4800. Tetapi anda bisa mengamati lebih lanjut perbedaan antara Radeon HD 4830 dengan Radeon HD 4850.

Kedua VGA hanya berselisih clock speed GPU dengan kemampuan procesor Shader. Untuk kecepatan clock speed, hanya memiliki selisih 50Mhz, apakah akan berdampak besar dengan kecepatan VGA. Sepertinya tidak terlalu banyak.
Posisi pengolah shader antara Radeon HD 4830 dan Radeon HD 4850 memang memiliki perbedaan dengan 640 dan 800 PS. Tetapi selisih tersebut tidak akan terasa, khususnya dengan tingkat resolusi 1280x1024 sudah dirasakan cukup untuk memakai Radeon HD 4830.

Keuntungan dengan HD 4830 memiliki kemampuan shader mode 4.1. Dibandingkan produk Nvidia, saat ini hanya memproduksi VGA dengan shader mode 4.0.

Melirik kebawah dengan Radeon HD 3870. Tentu berbeda jauh. Kemampuan Radeon HD 3870 memang lebih cepat, khususnya pada clock GPU dan kecepatan memory dari GDDR4. Tetapi Radeon HD 3870 belum tentu mampu mengejar performa Radeon HD 4830. Karena procesor shadernya dua kali lipat sehingga lebih mampu menangani gambar lebih komplek. Kemampuan Radeon HD 4830 dipastikan akan lebih cepat bila aplikasi yang memerlukan pengolahan detail gambar komplek. Dari sisi harga, HD 3870 memang lebih murah. Tetapi kemampuan akan tertinggal oleh kecepatan HD 4830.

Melihat lebih dalam Sapphire HD4830

Sapphire HD4830 bukan asli dari disain ATI yang umumnya dijual sebagai produk OEM. Sapphire mengeluarkan produk Sapphire HD4830 dari disain Sapphire sendiri dengan PCB board berwarna biru. Heatsink juga dirubah dengan ukuran lebih besar, dan kecepatan fan Sapphire HD4830 tidak akan menimbulkan noise yang berlebihan. Sapphire HD4830 bisa dinilai sebagai VGA cukup tenang dan tidak berisik.

Sapphire HD4830 memiliki 2 output DVI, dengan sebuah adaptor maka output dapat dirubah ke signal HDMI. Fitur lain pada VGA Sapphire HD4830 dengan output ke TV. Ada sebuah jumper untuk memilih signal PAL atau NTSC, bila penguna Sapphire HD4830 ingin mengeluarkan gambar ke TV.

Mengunakan GPU dengan teknologi baru, VGA Sapphire HD4830 hanya membutuhkan input power dari 1 buah jack. Bila power supply memiliki output utama yaitu 12V cukup besar. Paket VGA Sapphire HD4830 menyediakan konverter kabel dari Molex 12V ke jack PCIe. Sehingga power dapat langsung diambil melalui jack Molex seperti konektor power harddisk.

Tetapi perlu di ingatkan, bila mengambil daya dari kabel Molex maka perlu dihitung kembali apakah power supply memang benar benar kuat. Mengingat dalam kondisi full load untuk Procesor dan VGA akan mengambil power sampai 18-20A.


Spesifikasi
Powered by GeForce 9800 GT GPU
Supports PCI Express 2.0
Microsoft DirectX 10.0, Shader Model 4.0 and OpenGL 2.1 support
Integrated with GDDR3 memory and 256-bit memory interface
Supports PureVideo HD technology
Features Dual-link DVI-I / HDTV

PixelView 9800GT memiliki 1GB memory dengan kecepatan GPU 600Mhz dan 900Mhz untuk memory GDDR3. Fitur VGA sudah mendukung Hyrid Power, bila dikombinasikan dengan chipset Nvidia. PixelView 9800GT dapat bekerja dengan SLI.

Kita lihat spesifikasi antara beberapa produk Nvidia seri 9000 yang ada :

GPU

Core Clock

Shader Clock

Process

Memory Clock

Memory Interface

Watts

Display Output

9800GTX+

738 MHz

1836 MHz

128

1100 MHz

256-bit

141W

2 dual-link DVI and 1 HDMI-out

9800GTX

675 MHz

1688 MHz

128

1100 MHz

256-bit

140W

9800GT

600 MHz

1500 MHz

112

900 MHz

256-bit

105W

PixelView 9800GT adalah model terkecil dari seri 9800. Diatas model 9800GT adalah 9800 GTX dan GTX + . Lebih besar dari seri 9800 GT dan GTX, Nvidia hanya menyediakan 2 VGA terbaru saat ini dengan GTX 260 dan GTX 280.

Proses gambar antara 9800 GTX dengan GTX sebenarnya tidak terlalu jauh. Sayangnya Nvidia memangkas kecepatan 9800GT untuk membedakan dengan model GTX. PixelView 9800GT hanya bekerja dengan 600Mhz, dan selisihnya cukup besar bila dibanding 9800 GTX + dengan kecepatan 738Mhz.

Melihat lebih dalam PixelView 9800GT 1GB

PixelView 9800GT mengunakan disain dari reference board. PixelView 9800GT tidak berbeda dengan produk asli dari Nvidia.

Tetapi PixelView 9800GT telah dimodifikasi, dengan pemakaian heatsink baru. Heatsink mengunakan produk Artic Cooling, dengan ukuran 80mm sehingga menghasilkan flow rate lebih besar untuk memaksimalkan pendingin heatsink. Fan untuk PixelView 9800GT dirasakan tidak terlalu berisik.

PixelView 9800GT dapat terhubung dengan HDMI adaptor. Sayangnya PixelView 9800GT hanya menyediakan output RGB dan Video serta kabel konverter dari Molex 12V ke PCIe 12V.

PixelView 9800GT memerlukan power external dengan peak 104W. PixelView 9800GT sudha cukup menyulai power dari 1 buah konektor PCIe 12V. Sesuai ketentuan dari Nvidia, baik 9800 GT dan GTX membutuhkan power supply dengan kekuatan 450W untuk single VGA.

Game Far Cry 2 dikenal sebagai game dengan hardware maksimum. Kedua VGA hanya ideal pada kualitas Very High, dengan score frame rate mendekati kecepatan ideal 60FPS. Produk Nvidia terlihat lebih unggul, mengingat perbaikan driver versi 180 ternyata memberi dampak pada kecepatan VGA.

Game terbaru dari COD 5 World at War maupun COD4 Modern Warfare, kedua VGA mampu menampilkan frame rate yang cukup baik. Dengan kecepatan sedikit lebih rendah dari 60FPS untuk COD5. Kedua VGA memang layak digunakan pada game COD5, dan tampil sangat baik dengan game COD4.

Game Brother in Arms dengan Hells Highways jenis First person shooter. Keduanya sudah mampu memberikan frame rate yang cukup. Kedua VGA mampu menampilkan gambar sesuai tingkat ideal dan rata rata berada diatas 60 FPS.

Sedangkan untuk game RTS seperti Company of Heroes. kemampuan PixelView 9800GT 1GB memang lebih menonjol. Tingkat ideal game RTS sebenarnya cukup dipenuhi dengan kecepatan 30FPS. Kedua VGA tampil sangat baik dengan game RTS dengan memiliki score diatas 60FPS.


Konsumsi power untuk idle dan load, test beban disatukan menjadi satu sistem computer. Sistem computer juga menambahkan 4 fan lain. Beban power dihitung berdasarkan konsumsi total current yang digunakan oleh power supply Corsair HX520.

Sapphire 4830 lebih hemat mengkonsumsi power, antara 10-15W lebih kecil dibandingkan PixelView GeForce 9800GT. Sapphire 4830 hanya mengkonsumsi listrik antara 215W secara rata rata pemakaian power ketika VGA berjalan penuh

PixelView GeForce 9800GT, mengkonsumsi power sampai 230W lebih besar. Bahkan setara dengan Radeon HD 4850 yang lebih besar. Kemampuan PixelView GeForce 9800GT memang memerlukan konsumsi power lebih tinggi, mengingat kemampuan PixelView GeForce 9800GT memiiki score diatas Radeon HD 4830.


Untuk menilai apa yang dimiliki oleh kedua VGA, dan memasukan nilai harga, kemampuan driver, dan performa VGA. Mengingat kedua VGA memiliki perlengkapan yang sama, dan kedua VGA mengunakan heatsink yang dimodifikasi. Target pengujian kali adalah mengulas kemampuan VGA dengan resolusi 1280x1024, sesuai banyaknya pemakaian monitor lama dengan ukuran 17 inch.

Baik dari produk ATI dan Nvidia dengan GeForce 9800GT dan Radeon HD 4830, menempatkan produknya dikelas yang sama yaitu kelas mainstream. Kedua VGA berada pada posisi harga $150-$200.

Sapphire 4830 512MB memang benar menempatkan posisinya pada harga tersebut. Posisi diatas Radeon HD 4830 diisi oleh HD 4850 yang saat ini dijual sekitar $200. Produk PixelView 9800GT memposisikan antara VGA Radeon HD 4830 dengan GeForce 9800GTX+ dan Radeon HD 4850. Harga PixelView 9800GT saat ini sekitar $177 dan $197 untuk kapasitas memory 512MB dan 1GB, atau berbeda hampir $30 sampai $50 dibandingkan Radeon HD 4830 512MB. Harga PixelView 9800GT dengan memory 1GB memang cukup tinggi, karena dengan menambah $30 - $40 maka akan mendapat GeForce 9800 GTX+.

Sapphire HD 4830 512MB

Sapphiretech.com

Sapphire 4830 memiliki performa yang cukup dikelas $150. Modifikasi heatsink produk Sapphire mampu memberikan pendingin yang baik pada VGA. Untuk kemampuan game saat ini dirasakan cukup, kecuali game besar yang memerlukan kemampuan VGA tinggi, memang belum mampu dipenuhi oleh Sapphire 4830. Pilihan antara kebutuhan VGA yang baik dengan resolusi monitor 17 inch dan gambar high detail akan bisa dipenuhi oleh Sapphire 4830. Sapphire 4830 adalah VGA sesuai budget penguna, dan tidak lebih.

PixelView GeForce 9800GT 1GB

Pixelview-graphics.com

PixelView 9800GT dengan reference board , untuk keseluruhan kemampuan PixelView 9800GT sedikit diatas VGA HD 4830. Kecepatan frame rate sangat tampil dengan perbaikan driver 180. Dengan selisih harga tidak jauh berbeda maka PixelView 9800GT menjadi pilihan. Amat disayangkan harga PixelView 9800GT dengan 1GB tidak terpaut jauh dengan GeForce 9800GTX dan terlihat overprice. Posisi PixelView 9800GT 1GB memang dibuat sulit, antara budget dengan kemampuan yang tidak jauh berbeda dengan HD 4830. Sementara untuk mendapatkan GeForce 9800GTX +, maka cukup menambah dana kurang dari $40 - $50 saja. Untuk kemampuan VGA PixelView 9800GT dengan game tidak terlalu berat, dinilai sudah memadai.

Memutuskan antara PixelView 9800GT atau Sapphire HD 4830, yang perlu dipertimbangkan adalah berapa dana yang dimiliki. Kedua performa VGA tidak akan berbeda jauh sesuai harga saat ini.

David




Corsair VX 450

15 Des 08


Datasheets Corsair VX450


Corsair VX450W Specifications:
AC INPUT 90-264V
DC OUTPUT +3.3V +5V +12V2 -12V +5Vsb
MAX CURRENT 20A 20A 33A 0.8A 2.5A
MAX COMBINED WATTAGE 130W 396W 9.6W 12.5W

TOTAL POWER: 450W
  • Supports the latest ATX12V v2.2 standard and is backwards compatible with ATX12V 2.01 systems.
  • Ultra-quiet 120mm double ball-bearing fan delivers excellent airflow at an exceptionally low noise level by varying the RPM in response to temperature.
  • Double-forward switching circuitry design offers maximum efficiency, up to 85% under wide load range.
  • 99% Active Power Factor Correction provides clean and reliable power to your system.
  • Universal AC input 90~264V automatically scans and detects the correct voltage. No more hassle of flipping that tiny red switch!
  • Dedicated single +12V rail offers maximum compatibility with latest components.
  • Over Current/Voltage/Power Protection, Under Voltage Protection, and Short Circuit Protection provide maximum safety to your critical system components.
  • High quality Japanese capacitors provide uncompromised performance and reliability.
  • 6 Serial ATA connectors
  • Extra long cables support full tower size chassis.
  • Standard ATX PS/2 size: 5.9"(W) x 3.4"(H) X 5.5"(L); 150mm(W) x 86mm(H) x 140mm(L)
  • MTBF: 100,000 Hours
  • Safety Approvals: UL, CUL, CE, CB, FCC Class B, T�V, CCC, C-tick.

Efisiensi Power dan Perlengkapan

Berapa kebutuhan power computer gaming anda, 400W atau 500W. Berapa sebenarnya kebutuhan power untuk sebuah computer. Apakah benar power supply PC anda sesuai dengan kebutuhan.


Apakah benar power supply mengeluarkan output sesuai dengan kebutuhan. Apakah power supply yang anda gunakan memang hemat energi.

Banyak pertanyaan , tetapi sulit dijawab. PC built-up bermerek umumnya hanya mengunakan power supply 300W. Sebuah computer gaming sedikitnya membutuhkan power supply dengan kekuatan 400W. Umumnya produsen power supply premium membuat 450W sebagai ukuran terkecil. Apakah kekuatan 450W tersebut sudah cukup.

Procesor terbaru dual core membutuhkan power 65W , VGA sekitar 200W dan sisanya untuk chipset, memory, fan sampai harddisk membutuhkan power 100W. Total dalam hitungan kasar maka sebuah PC gaming hanya membutuhkan power 365W .Menganti procesor Quad Core mencapai 135W, total hanya 435W. Ini hitungan paling berat bagi sebuah power supply, walaupun angka tersebut tidak pernah dicapai bila sebuah PC hanya mengunakan single VGA.

Komponen dengan kebutuhan power terbesar terletak pada VGA dan Procesor saja. Sementara sebuah computer gaming rata rata hanya membutuhkan power 300W saja.

Corsair memiliki 1 seri power supply tipe VX. Produk VX dibedakan dari kemampuan power untuk penguna PC biasa tetapi lebih hemat power dan sangat tenang. Sedangkan HX dan TX memiliki fitur pengaturan kabel yang dapat dipasang sesuai kebutuhan serta kebutuhan dengan kekuatan power output. Tipe HX dan TX teratas tersebut memiliki kemampuan voltage lebih tinggi, karena memiliki daya tahan dan kemampuan power supply overclock. Tipe VX , ditujukan bagi penguna computer gaming dalam kondisi normal tetapi lebih hemat power.

Corsair VX450 memiliki disain sama seperti tipe HX dan TX. Dibuat dengan warna hitam tetapi diberikan label hijau.

Corsair VX450 power supply

Corsair VX450 tidak memiliki fitur seperti HX. Karena tidak memiliki perlengkapan pengaturan kabel, atau cable management. Semua kabel sudah terpasang pada badan power supply.

Corsair VX450 without Cable management

Corsair VX450 memiliki 3 bagian kabel utama seperti gambar dibawah ini.

Dari bagian kiri adalah kabel PCIe 12V. Corsair VX450 hanya menyediakan 1 buah kabel untuk VGA. Bila pemakai Corsair VX450 memiliki PC dengan kebutuhan external power dari PCIe. Corsair VX450 sudah menyiapkan jack power 3x2 pin.

Kabel utama kedua adalah EPS 12V. Konektor power tersebut memiliki 8 pin atau 4x2 pin. Umumnya motherboard terbaru memerlukan jack 4x2 pin. Sementara Corsair VX450 dapat digunakan untuk motherboard tipe lama , dengan 4 pin EPS konektor saja. Untuk memakai 4 pin, maka satu konektor saja yang terhubung ke mainboard.

Kabel utama Corsair VX450 dapat mengunakan konektor tipe 20 atau 24 pin. Bila 4 pin tambahan tidak diperlukan, penguna Corsair VX450 dapat melepas bagian 4 pin dari 24 pin menjadi 20 pin saja.

PCIe 12V 6pin, EPS power 12V 2 x 4 pin dan 20/24 pin main power

Konektor power, Corsair VX450

Tingkat efisiensi dan fitur power supply VX450.

Mengatakan Corsair VX450 untuk kelas value, bisa dikatakan yah dan tidak. Corsair VX450 bukan tipe power supply low end tetapi ditawarkan lebih murah. Selain memiliki kemampuan efisiensi power ini lebih tinggi dibandingkan HX. Kekuatan power Corsair VX450 mencapai 450W untuk kondisi beban penuh. Kekuatan VX450 memang belum mampu menandingi tipe HX 520 yang khusus untuk kalangan antusias seperti pemakaian overclock. Tetapi Corsair VX450 sudah cukup untuk mampu memenuhi kebutuhan power bagi pemakaian standar, dengan jaminan kestabilan output power.

Salah satu kemampuan power supply Corsair VX450 , dapat menerima voltage antara 110 dan 220V tanpa pengaturan switch. Fungsi auto voltage tersebut membuat power supply Corsair VX450 lebih tahan terhadap naik turunnya tegangan. Penguna PC tentu sudah mengetahui bahwa di Indonesia sangat sulit mendapatkan voltage yang stabil dan tepat untuk 220V. Umumnya voltage akan turun antara 215 - 185V. Corsair VX450 dapat menerima input 90~264V .

Fitur lain adalah Current/Voltage/Power Protection, Under Voltage Protection, dan Short Circuit Protection. Power supply Corsair VX450 dapat melindungi diri dari kondisi beban berlebih, serta perlindungan penurunan voltage tidak akan terjadi pada power supply ini. Walaupun masih angka teoritis, umur power supply Corsair VX450 mencapai 100 ribu jam

Fan yang tidak berisik untuk Corsair VX450

Corsair VX450 hanya mengandalkan fan berukuran 120 mm fan. Dengan ukuran fan besar, Corsair VX450 dapat meminimalkan putaran kipas sehingga suara fan tidak berisik. Kondisi putaran fan akan tergantung dari panas power supply, ketika power supply perlu memberikan beban power besar maka panas akan terjadi didalam power supply. Fan akan mengikuti kebutuhan pendinginan pada Corsair VX450.

120 mm Fan controller

Kekuatan power supply Corsair VX450

Corsair VX450 memiliki beban output maksimum dengan 450W. Kombinasi output power mencapai 396W hanya untuk 12V sudah sangat berlebih bagi PC gaming. Sisanya diberikan untuk 3.3V dan 5V. Dengan 396W pada voltage 12V dipastikan sudah cukup menyuplai seluruh kebutuhan power terbesar, seperti CPU dan VGA. Total beban untuk 12V mencapai 33A.